Wednesday, January 19, 2011

Saat Hujan Turun

15 Januari , Suasana hujan di samping kamarku
Musim dingin sudah semakin memuncak, di tengah suasana ujian yang cukup menyita konsentrasi ini bawaannya pengen ngumpet terus di dalam selimut. Apa lagi pas waktu subuh, berat banget rasanya melangkahkan kaki ke kamar mandi untuk sekedar mengambil air wudhu. Suhu terendah saat ini bisa mencapai 7 hingga 5 derajat celcius. Walau tidak sampai menurunkan salju, tapi dinginnya Bo.. Brrrrr... minta ampun dah, terasa menusuk-nusuk ke dalam tulang.

Oh iya, Cairo akhir-akhir ini juga sering diguyur hujan. walau tidak sederas hujan indonesia tapi cukuplah mengobati kerinduanku pada hujan selama satu tahun ini. Aku dengar di Indonesia saat ini sedang gencar-gencarnya hujan, khususnya kampung halamanku di Madura sana. Tentu saja hal ini sebuah berkah bagi masyarakat madura bagian barat, khususnya Bangkalan, karena dengan adanya hujan mereka bisa bercocok tanam memenuhi sawah-sawah mereka dengan benih padi. Termasuk keluargaku tentunya, yang sawahnya sangat bergantung pada guyuran hujan.


Tapi tidak untuk madura bagian timur, Sumenep, Pamekasan, dan sebagian daerah Sampang, Para masyarakat Madura bagian timur akan merasa sangat dirugikan dengan turunnya hujan yang tiada henti ini. Karena mayoritas dari mereka adalah petani tembakau, sedangkan tembakau akan tumbuh baik hanya pada musim panas. Kabarnya kalau hujan turun tembakau akan banyak membusuk dan membawa dampak pada turunnya harga di pasaran.

Yach, mungkin begitulah salah satu cara Tuhan berkomunikasi dengan Mahluk-Nya. Kadang sebagian diberi nikmat dan sebagian lagi dicoba dengan kesulitan. 

Kembali lagi ke Cairo. Beberapa hari kemarin tepatnya tanggal 14 Januari lalu, terjadi fenomena menarik di negeri Kinanah ini kawan. Cairo diguyur hujan Es yang cukup deras. Yach, hari itu butiran-butiran Es benar-benar turun dari langit, hampir saja menyerupai salju. Sempat terbersit dalam benakku selangkah lagi aku akan merasakan turunnya salju, satu hal yang sampai saat ini begitu aku impikan. Aku memang ingin sekali merasakan turunnya sulju. Meluncur di atanya sambil bermain boneka salju. Ha.. gila memang. Tapi bukan tidak mungkin kan? Semoga aja kelak aku bisa pergi ke Eropa dan merasakan musim dingin di sana. Amien Ya Rab.. ^_^

Aku juga sempat poto-potoan di samping flat tempat tinggalku, mengabadikan moment langka ini. Tapi sayangnya ada sedikit kecelakaan terjadi, memori camera digital yang kugunakan untuk poto-potoan tiba-tiba saja eror waktu mau di transfer ke komputer, dan ludeslah moment-moment yang sempat kuabadikan itu. Sempat mangkel bin ceremet juga sich , tapi gak apa-apalah mungkin lain kali bakal turun hujan es lagi.

Untuk itu akhirnya kuputuskan nyari ke teman-teman yang lain, mungkin ada dari mereka yang sempat mengabadikan kejadian langka ini. Setelah pontang panting kesana kemari, akhirnya dapet juga dari salah satu teman yang berdomisili tidak jauh dari tempat tinggalku. Walau kualitas gambarnya tidak begitu bagus tapi cukuplah untuk menghiasi postingan kali ini.

Sisa butiran Es

Iseng Nadah Hujan :)

Mutiara Hujan
Comments
13 Comments

13 Komentar:

Terima kasih atas kunjungan dan komentar anda..^_^