Malam masih belum terlalu larut, saat saya mulai mematut-matutkan ujung jemariku di atas keyboard netbook kesayanganku. Malam sudah tidak lagi dingin. Sejak akhir april lalu udara sudah mulai memanas, tampaknya hawa musim panas sudah mulai menyelimuti sekitar cairo. Kamarku pun jadi gerah. Beberapa kali terdengar gonggongan ajing liar di luar flat tempat tinggalku.
beberapa teman yang tinggal satu flat denganku sedang keluar semua, sibuk dengan aktifitas masing-masing. Entah mereka pergi kemana, aku tidak begitu ambil pusing. Aku lebih memilih menyendiri di dalam kamar mungilku. Aku baru saja menyelesaikan Novel Digital Fortress-nya Dan Brow yang kupinjam dari seorang sahabat, waktu aku masih di indonesia beberapa bulan yang lalu. Sungguh baik sahabatku itu, mau saja aku bawa bukunya ke Mesir tanpa imbalan apa pun. Hm.. terima kasih, suatu saat akan kukembalikan ^_^
Malam terus merambat, jam digital di pojok kanan bawah Netbookku sudah menunjukkan angka 21:25, teman-temanku masih belum datang juga dari luar, dan saya masih sendiri, berkutat dengan layar mungil netbook yang telah dua tahun belakangan setia menemani kesepianku.
Hufff.... kutarik nafas dalam-dalam dan kuhembuskan dengan pelan, untuk sekedar menyegarkan pikiran yang belakangan sering kali terkena syndrom eror. Banyak hal telah terjadi dalam kurun waktu yang cukup singkat ini. Seperti sebuah drama, berbagai macam tema dan alur yang cukup rumit terus mengalir dalam perjalanan hidupku.