Memasuki pekan pertama di bulan terakhir dari tahun 2015, bulan
Desember. Hujan hampir tak pernah absen tiap harinya, membasahi tiap jengkal
tanah di kota ini. Benar-benar Sebuah Desember yang basah, begitulah tag-line
yang terbersit di kepala ketika tanpa terasa waktu telah membawa saya pada
detik ini. Detik yang menunjukkan bahwa waktu terus beranjak, bergerak tanpa
mengenal istilah berhenti, hingga mampu menjungkir balikkan “keadaan” yang
kujalani.
Lalu, “Apa yang telah kamu lakukan selama setahun terakhir?
“Apa kiranya yang akan kamu lakukan di penghujung tahun yang sudah tinggal
menghitung waktu ini?” Pertanyaan-pertanyaan ini tiba-tiba berkelebat
begitu saja, berkelindan tak tentu arah, ketika saya baru menyadari bahwa kini
sudah mendekati penghujung tahun.