Thursday, July 16, 2015

Senja Terakhir Bulan Ramadhan

Menikmati senja terakhir bulan Ramadan 1436 H, kembali mengingatkan saya pada detik demi detik waktu yang selalu beranjak demikian cepat, bergerak dinamis seiring desah nafas yang kita hirup setiap saat. Entah sudah berapa banyak waktu yang telah saya habiskan, entah sudah seberapa jauh perjalan yang telah  saya tempuh untuk menyusuri  tiap inci dari tanah yang saya pijak, semuanya sudah tidak menjadi penting ketika sudah berakhir menjadi masa lalu.

Dan, sekarang hanya tinggal satu harap yang tersisa dari perjalanan waktu yang mengirinngi; semoga saya tidak termasuk ke dalam golongan orang-orang yang benar-benar m e r u g i .


Balkon, 16 Juli 2015 M. 

Monday, July 6, 2015

Husein, 05 Juli 2015 M.

Ada kebahagiaan ketika aku benar-benar sendiri. Sepi.
Bebas berevolusi
Mengekspresikan diri dengan segenap kemampuan imaji

Ada kesedihan tatkala kumerasa benar-benar sendiri. Sepi.
Tertindas sunyi
Tak tahu kapan semua peredaran akan berhenti

Husein, 05 Juli 2015 M.

Tuesday, May 5, 2015

Dear Purnama, 20150505

Dear Purnama..

Seperti hari-hari biasanya, mentari senja datang dan pergi mengitari waktu tak terbatas yang ia miliki. Dan hari ini untuk kesekian kalinya di tepian balkon ini, aku menyaksikannya tenggelam di batas kota. Mengingatkanku pada menipisnya waktu yang kumiliki, sedang aku masih belum mampu berbuat banyak. Dusta rasanya jika saat ini saya tidak merasa takut, aku takut kalau suatu saat saya benar-benar tenggelam dan tak muncul ke permukaan lagi.

Purnama, kini saatnya aku mulai menghitung mundur perjalanan ini, dan sebelum tiba saatnya aku pergi, aku ingin mengemas semua kenangan ini..


Balkon, 5 Mei 2015 M.

Thursday, January 15, 2015

Baca! Baca! Baca!

Alqaari´u La Yuhzamu, “Orang yang suka membaca tak dapat tekalahkan.“ Begitulah kira-kira pesan yang ingin disampaikan oleh Anis Mansour dalam salah satu tulisannya. Dan saya pun sangat mengamini apa yang disampakan oleh penulis kawakan Mesir ini. Membaca memang merupakan hal yang penting bagi kehidupan siapa pun yang menyadari akan pentingnya sebuah ilmu. Lebih-lebih insan akademis yang masih duduk di bangku sekolah atau masa perkuliahan.

Dari sebuah jurnal tahunan pesantrenku, saya juga sempat membaca sebuah artikel menarik yang ditulis oleh salah satu guru semasa di pesantren dulu, pada salah satu poinnya beliau menulis bahwa, “Bonafiditas atau nama besar sebuah perguruan tinggi tidak otomatis menjamin kualitas alumninya, tetapi kualitas alumninya tergantung sejauh mana mahasiswa tersebut memberdayakan dirinya sendiri dengan mengakses banyak informasi“. Dan salah satu cara mengakses banyak informasi menurut saya adalah dengan : membaca!