Saturday, August 2, 2014

Dear Purnama, 02 Agustus 2014 M.

Dear, Purnama..

Lagi. Lagi, dan lagi.
Ia berupa hantu berwujud kekhawatiran menjelma di tiap sudut malam
Mata enggan terpejam membayangkan hati-hati yang akan terluka,
atau bahkan telah terluka?
Seketika aku ingin berteriak sekencang anjing jalang yang menyalak di luar jendela
Begitu liar menertawakan keadaan
Begitu bebas menceritakan kisah-kisah pada malam

Purnama,
Pernahkah kamu bertanya?
“Apa yang telah engkau perbuat untuk semesta ini, Purnama?"

Cairo, menjelang subuh 02 Agustus 2014 M

Tuesday, July 1, 2014

Catatan Ramadan; Jengah!

...dan akhirnya, waktu terasa bergerak demikian lambat ketika kita dihadapkan pada keadaan menunggu. Seperti saat ini, saya mulai tidak sabar ingin segera sampai pada tanggal 09 Juli. Masih harus menunggu 9 hari lagi rasa-rasanya sudah seperti menunggu setahun lamanya. Sedangkan telinga saya pun sudah mulai jemu mendengar segala tetek bengek bacot para "mereka" yang mengaku dirinya sebagai manusia. 

Jengah!

Agama, yang selama ini dimuliakan, kini tanpa malu mereka jadikan topeng di setiap langkah dan kiprah yang mereka agung-agungkan. Benarkah mahluk-mahluk seperti ini dapat dikatakan sebagai mahluk beragama?

Nasr City, 03 Ramadan 1435 H.

Monday, June 30, 2014

Sinai Part II

Matahari sudah agak meninggi ketika saya dan kedua teman saya mulai bersiap turun dari puncak Jabal Musa. Cahaya Matahari menerpa permukaan kulit dengan hangat, udara sudah tidak terlalu dingin lagi. Satu persatu saya mulai menuruni anak tangga “Seven Elder Of Israel” yang terdiri dari bebatuan curam membentuk anak tangga menjorok ke bawah, para pengunjung lain pun sudah banyak yang menuruni anak tangga ini.

Di dasar tangga kami sempat beristirahat sejenak, menikmati bekal yang sejak semalam sudah kami persiapkan. Dan beberapa saat kemudian kami kembali melanjutkan perjalanan menuju kaki gunung Sinai. Kali ini kami mengambil jalur Step Of Repentance atau Shiket Sayyidina Musa, atau juga biasa dikenal dengan “Tangga Pengampunan”, yang konon terdiri dari 7500 anak tangga menuju kaki gunung Sinai.

Sunday, June 29, 2014

Catatan Ramadan; Hilang

Seperti masih kemaren saya menjalankan ibadah puasa di kampung halaman. Dan tanpa terasa kini saya sudah kembali menapaki bulan penuh berkah ini.  Waktu berlalu demikian cepat. Yah, tanpa terasa pula masa keberadaan saya di negeri ini kembali bertambah. 

Seperti baru dilahirkan kemarin sore dan esok harinya tahu-tahu saya sudah berdiri di sini, di dalam dunia saya sendiri yang belum sepenuhnya saya pahami. Dan kali ini, untuk kesekian kalinya saya kembali melihat “cermin” itu. Refleksi sebuah bayangan tergambar buram dalam balutan jubah hitam yang sudah blangkotan. Menakutkan!