Saturday, June 19, 2010

Trapped In The Past Nasr City 20 Juni´10

Walau kini ia sedang duduk manis, menikmati kopi paginya.
Dan serta merta tertawa renyah, memamerkan gigi tidak ratanya.
Tapi tampak jelas gurat gundah di pelupuk matanya.

Karena semilir angin pagi ini memang tidak seperti biasanya.
Terlalu panas untuk kita resapi.
Terlalu ganas untuk kita selami.

Ada kalanya terperangkap dalam gundah memang cukup menyamankan.
(atau, hanya dinyaman-nyamankan?)
Yang jelas, ada gelisah yang kian tak terarah.
Ada resah yang kini berdarah-darah.

Ketika kau katakan. Perihal kepercayaan yang kini mungkin sedikit luntur.
Dan mungkin memang telah sepenuhnya luntur.
Hingga kau pun tak dapat memastikan. Tidak jua dirinya. Bahkan diriku.

Ah, Biar. Biarkan saja mereka tetap bercerita. Cerita tentang sepasang anak manusia yang dilanda resah. Resah yang kini telah menjadi kisah.

Hanya saja. All I´m asking you, is don´t write me off, just yet*
Itu saja. Karena angin akan selalu membawa legenda cerita kita. Yang akan selalu berakhir bahagia**



Tuesday, May 25, 2010

Tapi Waktu Tidak Pernah Berhenti

Tapi waktu tidak pernah berhenti
Terus melangkah tanpa rasa lelah
Tak berbekas, menembus batas

Tapi waktu tidak pernah berhenti
Terus berjalan tanpa peduli arah
Tak tersesat, walau malam kian pekat


Tapi waktu tidak pernah berhenti
Terus beranjak tanpa meninggalkan jejak
Menuntun anganku meretas impian

Tapi waktu tidak pernah berhenti
Terus bergulir tanpa sedikit pun ada jeda
Membawa rinduku padamu semakin dirundung kelam

-Swesry, 25 Mei 2010-

Kemelut Rindu (II)

Walau senja telah lama lenyap
Dan pagi sudah mulai merayap

Aku masih disini, merindukanmu dalam sepi








Bawwabah 3, 25 Mei 2010

Saturday, May 22, 2010

Trapped in..

Aku ingin kembali
Duduk berdua denganmu
Di bawah pohon itu

Aku ingin kembali
Kau rebah dalam dekapku
Menikmati sepotong senja
yang sedikit mulai memudar